OJK Ingatkan Anak Muda Hindari Investasi Ilegal di Musim THR

- 10 April 2024, 13:00 WIB
OJK ingatkan anak muda hindari investasi ilegal di musim THR.
OJK ingatkan anak muda hindari investasi ilegal di musim THR. /Pikiran Rakyat Tangerang Kota/ANTARA

PR TANGERANG KOTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan imbauan kepada para anak muda terkait investasi Tunjangan Hari Raya (THR) yang mereka terima. Edukasi ini dilakukan untuk menghindari jatuh ke dalam skema investasi ilegal yang berpotensi menipu.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan pentingnya prinsip 2L, yaitu legal dan logis, dalam berinvestasi. Ia mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penawaran investasi yang terlalu menggiurkan dan terkesan tidak masuk akal.

"Jika merasa khawatir, publik dapat menghubungi call center OJK di 157 untuk memeriksa legalitas platform investasi," tambah Friderica.

OJK juga telah menerima banyak aduan terkait penawaran investasi yang mencurigakan, seperti imbal hasil tetap dengan syarat-syarat yang meragukan. Selain itu, penawaran investasi dengan menggunakan logo dan nama perusahaan yang tidak berizin juga banyak ditemukan di media sosial seperti Telegram.

Baca Juga: KUR BRI 2024: Pinjaman 50 Juta Tanpa Jaminan, Syarat Cukup KTP dan SKU

Friderica juga menyoroti penawaran pinjaman atau pendanaan yang tidak memiliki izin resmi. Ia mendorong generasi muda untuk mempelajari manajemen keuangan dan investasi melalui modul yang disediakan oleh OJK.

Meskipun jumlah investor di bawah usia 30 tahun telah meningkat, Friderica menekankan bahwa masih banyak anak muda yang terjerat hutang karena penggunaan platform pinjaman online (pinjol) dan buy now, pay later (BNPL) secara konsumtif.

OJK berharap agar produk pembiayaan seperti pinjol dan BNPL dapat dimanfaatkan secara positif tanpa menimbulkan ketergantungan atau konsumtif. Masyarakat, terutama anak muda, diimbau untuk lebih gemar menabung dan berinvestasi secara bijak, serta menggunakan pinjol dan BNPL hanya untuk kebutuhan yang benar-benar produktif atau mendesak.***

Editor: Baha Sugara

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini