Kejaksaan Sita Rumah Mewah di Summarecon Serpong Milik Tersangka Korupsi Timah

- 17 Mei 2024, 00:54 WIB
Tim Pelacakan Aset Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung berdiri di depan rumah sitaan milik tersangka Tamron Tamsil di Summarecon Serpong, Tangerang, Banten, Selasa 14 Mei 2024
Tim Pelacakan Aset Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung berdiri di depan rumah sitaan milik tersangka Tamron Tamsil di Summarecon Serpong, Tangerang, Banten, Selasa 14 Mei 2024 /Pikiran Rakyat Tangerang Kota/ANTARA

PR TANGERANG KOTA - Penyidik dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung telah menyita sebuah rumah mewah di kawasan Summarecon Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, terkait kasus korupsi tata niaga timah. Rumah seluas 805 meter persegi di Crown Golf Utara Nomor 7, Summarecon Serpong, itu tercatat atas nama tersangka TN alias AN.

Dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta pada Kamis, 16 Mei 2024, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusuran aset yang dilakukan oleh Tim Pelacakan Aset Jampidsus, properti tersebut diperoleh melalui transaksi jual beli pada 21 Juli 2018.

Rumah mewah tersebut disita oleh tim pelacakan aset pada 14 Mei 2024. Ketut juga menjelaskan bahwa penyitaan ini dilakukan dalam rangka penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi yang terkait dengan tata niaga timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk selama periode 2015 hingga 2022.

Baca Juga: Kejaksaan Periksa RBS yang Disebut Big Boss di Kasus Korupsi PT Timah

Penyidik menyatakan bahwa mereka akan terus menggali fakta-fakta baru dari barang bukti yang ada untuk memperjelas tindak pidana yang sedang diselidiki. Hingga saat ini, tim penyidik telah memblokir 66 rekening bank, menyita 187 bidang tanah dan bangunan, sejumlah uang tunai, 55 unit alat berat, dan 16 mobil dari para tersangka.

Selain itu, penyidik juga telah menyita 6 smelter di wilayah Kepulauan Bangka Belitung dengan total luas tanah 238.848 meter persegi dan 1 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tangerang Selatan. Enam smelter tersebut akan dikelola oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memastikan nilai ekonomis tetap terjaga dan tidak menimbulkan dampak sosial.

Tamron Tamsil alias Aon (TN), yang merupakan pemilik manfaat dari CV Venus Inti Perkasa (VIP), termasuk di antara 21 tersangka dalam kasus korupsi timah yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp271 triliun akibat kerusakan lingkungan.

Baca Juga: Korupsi PT Timah: Harvey Moeis dan Misteri Keterlibatan Big Boss yang Belum Terungkap

Daftar 21 Tersangka Korupsi Timah

  1. SW menjabat sebagai Kepala Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung dari 2015 hingga Maret 2018.
  2. BN menjabat sebagai Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung pada Maret 2019.
  3. AS menjabat sebagai Kepala Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung.
  4. Hendry Lie (HL) sebagai Beneficial Owner PT Tinido Inter Nusa (TIN).
  5. Fandy Lingga (FL) sebagai marketing PT TIN.
  6. Toni Tamsil (TT) alias Akhi, adik Tamron Tamsil, ditetapkan sebagai tersangka perintangan penyidikan.
  7. Suwito Gunawan (SG) sebagai Komisaris PT Stanindo Inti Perkasa (SIP).
  8. MB Gunawan (MBG) sebagai Direktur PT SIP.
  9. Tamron Tamsil alias Aon (TN) sebagai Beneficial Owner CV Venus Inti Perkasa (VIP).
  10. Hasan Tjhie (HT) alias ASN sebagai Direktur Utama CV VIP.
  11. Kwang Yung alias Buyung (BY) sebagai mantan Komisaris CV VIP.
  12. Achmad Albani (AA) sebagai Manajer Operasional Tambang CV VIP.
  13. Robert Indarto (RI) sebagai Direktur Utama PT Sariwiguna Bina Sentosa (SBS).
  14. Rosalina (RL) sebagai General Manager PT TIN.
  15. Suparta (SP) sebagai Direktur Utama PT Refined Bangka Tin (RBT).
  16. Reza Andriansyah (RA) sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT RBT.
  17. Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPT) sebagai Direktur Utama PT Timah dari 2016 hingga 2011.
  18. Emil Ermindra (EE) sebagai Direktur Keuangan PT Timah dari 2017 hingga 2018.
  19. Alwin Akbar (ALW) sebagai mantan Direktur Operasional dan mantan Direktur Pengembangan Usaha PT Timah.
  20. Helena Lim (HLN) sebagai manajer PT QSE yang dikenal sebagai ‘crazy rich’ Pantai Indah Kapuk (PIK).
  21. Harvey Moeis (HM) sebagai perwakilan PT RBT, yang juga merupakan suami artis Sandra Dewi.

***

Halaman:

Editor: Baha Sugara

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah