Kelas 1, 2, dan 3 Digabung, Simak Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru!

- 14 Mei 2024, 09:49 WIB
ILUSTRASI: Penggabungan Kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan dengan rencana penyesuaian iuran terbaru untuk layanan kesehatan yang lebih merata
ILUSTRASI: Penggabungan Kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan dengan rencana penyesuaian iuran terbaru untuk layanan kesehatan yang lebih merata /Pikiran Rakyat Tangerang Kota/ANTARA

PR TANGERANG KOTA - Presiden Jokowi resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024, yang mengubah Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan pada 8 Mei 2024. Perubahan ini membawa dampak terhadap iuran BPJS Kesehatan dan sistem layanan kesehatan di Indonesia.

Penggabungan Kelas BPJS Kesehatan ke KRIS

Salah satu perubahan utama adalah penyatuan kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan menjadi satu kelas rawat inap standar yang disebut Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). KRIS ditetapkan sebagai standar minimum untuk pelayanan rawat inap bagi semua peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Langkah ini bertujuan menyederhanakan sistem layanan kesehatan dan memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan standar pelayanan yang sama di seluruh rumah sakit mitra BPJS Kesehatan.

Menurut Pasal 103B ayat (1) Perpres Nomor 59 Tahun 2024, seluruh rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan harus menerapkan KRIS paling lambat pada 30 Juni 2025. Ini memberikan waktu bagi rumah sakit untuk menyesuaikan infrastruktur dan sistem pelayanan mereka agar sesuai dengan standar baru.

Baca Juga: Pinjaman Dana Hingga Rp25 Juta, Ajukan Sekarang di Program Dana Siaga BPJS Ketenagakerjaan!

Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan dengan Implementasi KRIS

Banyak masyarakat yang mempertanyakan tentang perubahan iuran BPJS Kesehatan seiring dengan penerapan KRIS. Rizzky Anugerah, Asisten Deputi Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan, menyatakan bahwa BPJS Kesehatan masih menunggu regulasi lebih lanjut terkait pelaksanaan KRIS, termasuk penetapan manfaat, tarif, dan iuran baru. Aturan ini diharapkan akan diterbitkan paling lambat 1 Juli 2025.

Rizzky juga menegaskan bahwa hingga peraturan baru ditetapkan, BPJS Kesehatan akan tetap menerapkan kelas 1, 2, dan 3 seperti saat ini, dengan iuran BPJS Kesehatan yang tidak akan naik selama tahun 2024, sesuai dengan arahan Presiden.

Kepastian Iuran BPJS Kesehatan Tahun 2024

Presiden telah menegaskan bahwa iuran BPJS Kesehatan tidak akan naik pada tahun 2024. Setiap penyesuaian iuran di masa depan akan mempertimbangkan berbagai faktor dan melibatkan semua pemangku kepentingan untuk menjaga keseimbangan finansial dalam sistem jaminan sosial kesehatan serta memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat peserta JKN.

Rizzky menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dan diskusi publik dalam merumuskan besaran iuran JKN di masa depan. Prinsip utama kebijakan ini adalah memastikan peserta JKN mendapatkan pelayanan yang baik dan informasi yang jelas mengenai perubahan yang terjadi.

Besaran Iuran BPJS Kesehatan Saat Ini

Hingga saat ini, iuran BPJS Kesehatan masih mengikuti ketentuan yang ada dengan besaran sebagai berikut:

Halaman:

Editor: Baha Sugara

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah