Keluarga Korban Pengeroyokan Demo Kejari Jakarta Timur Menuntut Penangkapan Tersangka

- 3 April 2024, 13:59 WIB
Rombongan keluarga Haji Moch Husain Made, korban pengeroyokan dua tahun lalu, melakukan aksi demonstrasi di depan gerbang Kejaksaan Negeri Jakarta Timur pada Rabu, 3 April 2024.
Rombongan keluarga Haji Moch Husain Made, korban pengeroyokan dua tahun lalu, melakukan aksi demonstrasi di depan gerbang Kejaksaan Negeri Jakarta Timur pada Rabu, 3 April 2024. /Pikiran Rakyat Tangerang Kota/Juliadi

 

Jakarta, PRMN - Rombongan keluarga Haji Moch Husain Made, yang menjadi korban pengeroyokan dua tahun lalu, menggelar demonstrasi di depan gerbang Kejaksaan Negeri Jakarta Timur pada Rabu, 3 April 2024. Mereka menuntut agar dua dari lima pelaku yang belum ditahan oleh Polsek Pulogadung segera ditangkap.

Dalam aksinya, keluarga Haji Moch Husain Made terlihat bersemangat meminta keadilan. Mereka membawa berbagai peralatan demonstrasi dan spanduk bertuliskan "Walau Langit Runtuh Keadilan Harus Tetap Tegak, Menolak Lupa Peristiwa Pengerokan yang Terjadi di Masjid Jami Hidayatullah Kayu Putih pada 10 Juli 2022."

Dalam tuntutannya, keluarga ini menginginkan penangkapan dan penahanan MS dan DH, dua tersangka yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan, berdasarkan pasal 170 KUHP. Mereka juga menyoroti perlunya pemeriksaan terhadap oknum jaksa di Kejari Jakarta Timur atas dugaan berperilaku tidak profesional.

Aksi demonstrasi keluarga ini berlangsung diawasi ketat oleh kepolisian namun berjalan dengan aman dan kondusif. Samsul, Koordinator aksi demo, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk tuntutan keadilan kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Timur terkait kasus pengeroyokan yang dialami Haji Moch Husain Made.

"Kami menuntut agar tersangka segera ditangkap terkait kasus pengeroyokan dua tahun yang lalu di wilayah hukum Polsek Pulogadung," ujarnya.

Samsul juga menambahkan bahwa keluarga besar Haji Moch Husain Made akan menggelar aksi demonstrasi lebih besar jika kasus ini tidak segera diselesaikan. Sementara itu, Haji Moch Husain Made sendiri mengungkapkan kekecewaannya karena kasus pengeroyokan yang menimpanya dua tahun lalu masih berlarut-larut tanpa penyelesaian yang memuaskan. Dari lima tersangka, baru tiga yang ditahan. Sedangkan dua tersangka lainnya belum ditangkap.

"Yang lebih membingungkan, kedua tersangka yang seharusnya dijerat dengan pasal 170, kini berubah menjadi pasal 352 (penganiayaan ringan)," ungkapnya.***

Editor: Baha Sugara


Tags

Artikel Pilihan

Terkini