Kejaksaan Periksa RBS yang Disebut Big Boss di Kasus Korupsi PT Timah

- 2 April 2024, 11:29 WIB
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumadena
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumadena /Ist////

Jakarta, PRMN - Penyidik dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung telah memeriksa saksi berinisial RBS atau RBT dalam penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam tata niaga timah wilayah Izin Usaha Pertambangan PT Timah Tbk dari tahun 2015 hingga 2022.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Kuntadi menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap RBS bukan atas desakan dari pihak manapun, melainkan semata-mata untuk kepentingan penyidikan kasus korupsi PT Timah. Hal ini diungkapkannya dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Senin, 1 April 2024.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah disomasi oleh Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) untuk menetapkan Robert Bonosusatyo (RBS) alias RBT sebagai tersangka dalam kasus korupsi PT Timah terkait tata niaga timah di Bangka Belitung.

Baca Juga: Korupsi PT Timah: Harvey Moeis dan Misteri Keterlibatan Big Boss yang Belum Terungkap

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana, menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan keterangan resmi mengenai pemeriksaan terhadap RBS dan perkembangan penanganan kasus korupsi PT Timah yang merugikan negara, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp271 triliun.

Hingga saat ini, Jampidsus telah menetapkan 16 orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi PT Timah ini. Di antaranya adalah SW alias AW dan MBG, yang keduanya merupakan pengusaha tambang di Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu, beberapa nama lain yang ditetapkan sebagai tersangka antara lain HT alias ASN, MRPT alias RZ, EE alias EML, BY, RI, TN, AA, RL, SP, RA, dan ALW. Dua tersangka yang menarik perhatian publik adalah Helena Lim, selaku Manager PT QSE, dan Harvey Moeis, yang merupakan perpanjangan tangan dari PT RBT.

Dalam perkara korupsi PT Timah ini, penyidik juga menetapkan satu tersangka perintangan penyidikan berinisial TT. Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, sebelumnya menekankan bahwa penyidik harus segera menetapkan RBS alias RBT sebagai tersangka dan menjeratnya dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU), karena diduga sebagai aktor intelektual dan penikmat uang hasil korupsi.***

Editor: Baha Sugara

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini