Korupsi PT Timah: Harvey Moeis dan Misteri Keterlibatan Big Boss yang Belum Terungkap

- 30 Maret 2024, 10:54 WIB
Harvey Moeis, suami Sandra Dewi, tersangka dalam kasus korupsi perdagangan timah di PT Timah Tbk.
Harvey Moeis, suami Sandra Dewi, tersangka dalam kasus korupsi perdagangan timah di PT Timah Tbk. /X.com @catchmeupid/

Jakarta, PRMN - Kasus korupsi PT Timah Tbk di lokasi pertambangan wilayah Provinsi Bangka Belitung yang melibatkan Harvey Moeis menjadi sorotan publik setelah. Ini setelah Kejaksaan Agung menetapkan belasan tersangka, termasuk suami artis Sandra Dewi itu, dalam dugaan tindak pidana tersebut. Menurut informasi yang dihimpun, kerugian akibat korupsi tata niaga komoditas timah mencapai Rp271 triliun. Angka ini setara dengan 90 kali lipat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bangka Belitung tahun 2024 yang hanya sebesar Rp3 triliun.

Kerugian tersebut menjadi perbincangan hangat karena besarnya angka dan dampaknya terhadap lingkungan hidup di Provinsi Bangka Belitung. Ahli lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Bambang Hero Saharjo, menyatakan bahwa total kerugian Rp271 triliun akibat korupsi pertambangan timah merupakan angka yang fantastis. Kerugian tersebut disebabkan oleh aktivitas tambang PT Timah yang merusak kawasan hutan dan nonhutan di Bangka Belitung.

Baca Juga: Kasus Tambang Timah: Kronologi Suami Sandra Dewi Terseret Skandal Korupsi

Bambang Hero Saharjo menjelaskan bahwa aktivitas tambang timah tersebut membuka lubang galian dengan luas mencapai 170.363.064 hektar, melebihi izin usaha pertambangan (IUP) yang hanya diberikan untuk 88.900,462 hektar. Kejaksaan Agung sendiri menyebut bahwa nilai kerugian Rp271 triliun tersebut hanyalah dugaan kerugian lingkungan, sementara kerugian keuangan negara masih dalam proses penghitungan.

Dalam kasus ini, Harvey Moeis diduga menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam mengakomodir aktivitas penambangan liar di wilayah IUP PT Timah untuk meraup keuntungan. Harvey diduga menghubungi beberapa smelter atau pabrik pengolahan timah agar ikut bermain dalam kecurangan tersebut, dengan meminta mereka menyisihkan sebagian keuntungannya. Selain Harvey Moeis, beberapa big boss tambang lainnya juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, seperti Tamron alias Aon dan Helena Lim yang disebut sebagai crazy rich Pantai Indah Kapuk (PIK).

MAKI: Big Boss Tambang Timah Belum Tersangka

Namun, Masyarakat Anti-korupsi Indonesia (MAKI) menduga masih ada satu big boss lainnya yang belum ditetapkan sebagai tersangka, yakni RBS. MAKI menyatakan bahwa RBS diduga terlibat dalam korupsi tata niaga komoditas timah dan diyakini sebagai penikmat utama keuntungan dari perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam penambangan timah ilegal tersebut. MAKI juga telah mengirimkan somasi terbuka kepada Jampidsus Kejaksaan Agung RI untuk segera menetapkan big boss RBS sebagai tersangka korupsi tambang timah.

Baca Juga: Ini Sosok Jaksa yang Bongkar Korupsi Suami Sandra Dewi di Tambang Timah

Saat ini, RBS diduga telah kabur ke luar negeri, sehingga penetapan tersangka menjadi penting guna menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dan Red Notice Interpol untuk penangkapannya. RBS merupakan sosok big boss yang cukup dikenal di kalangan pengusaha, meskipun data dirinya tidak banyak diungkap.

RBS pernah menjabat sebagai Komisaris Utama di beberapa perusahaan, seperti PT CMNP dan PT JTP, serta sebagai Presiden Direktur PT PAS yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Berdasarkan perkembangan kasus, MAKI menyatakan akan menggugat praperadilan melawan Jampidsus Kejagung RI jika somasi yang mereka lakukan tidak mendapatkan respons yang memadai.***

Editor: Baha Sugara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini