Kejaksaan Negeri Cilegon Tangkap Buronan Korupsi Proyek Jalan Beton

- 27 Maret 2024, 12:00 WIB
Buronan kasus korupsi pembangunan jalan beton ditangkap Kejakasaan Negeri Cilegon.
Buronan kasus korupsi pembangunan jalan beton ditangkap Kejakasaan Negeri Cilegon. /Pikiran Rakyat Tangerang Kota/ANTARA

Cilegon, PRMN - Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon berhasil menangkap Victory Jerzon Tilalemba Mandajo. Ia adalah terpidana kasus korupsi peningkatan jalan lapis beton yang dibangun dari dana APBD Perubahan 2014. Kepala Kejari Cilegon Diana Wahyu Widiyanti mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap Victory dilakukan pada Senin, 25 Maret 2024, sekitar pukul 20.30 WIB. Victory ditangkap di Jalan Melati Surya II, Duren Mekar, Depok, Jawa Barat.

"Kami berhasil menangkap terpidana kasus korupsi, Victory Jerzon Tilalemba Mandajo, di Depok, Jawa Barat. Dia kemudian dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk diserahkan kepada Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Cilegon, sebelum akhirnya diserahkan ke Kejati Banten dan dipenjarakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon pada Selasa, 26 Maret 2024, pukul 16.00 WIB," ujar Diana.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Cilegon Febby Gumilang menjelaskan bahwa penangkapan terhadap Victory Jerzon Tilalemba Mandajo terkait dengan kasus korupsi proyek peningkatan jalan lapis beton di wilayah STA 6+500 hingga 8+750 (lajur kiri). Proyek ini dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Cilegon. Proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Serang berlangsung tanpa kehadiran terdakwa (in absentia).

Baca Juga: Kisah Proyek Gagal Bayar: Mencari Jawaban di Balik Utang Warisan APBD 2022 Kota Tangerang

"Eksekusi dilakukan oleh Kejari Cilegon sesuai perintah putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, mengacu pada Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Serang Nomor: 16/Pid.Sus-TPK/2023/PN. Srg tanggal 30 Oktober 2023," jelas Febby.

Putusan tersebut menyatakan bahwa terdakwa Victory Jerzon Tilalemba Mandajo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan primair. Terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama 7 tahun dan didenda sebesar Rp250.000.000, dengan alternatif pidana kurungan selama 6 bulan jika denda tidak dibayar.

Selain itu, terdakwa juga diminta membayar uang pengganti sejumlah Rp959.538.904,21 dalam waktu maksimal 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Jika tidak membayar, harta bendanya akan disita dan dilelang oleh jaksa.***

Editor: Baha Sugara

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini